Dampak Globalisasi TI

Perubahan sosial suatu fenomena alamiah yang tidak
bisa dihindari oleh makhluq yang bernama manusia.
Potensi dasar untuk berubah telah dianugrahkan oleh
Allah kepada manusia itu sendiri, yaitu potensi akal,
mengelaborasi pemikiran dan melakukan kreativitas
serta inovasi dalam upaya merubah dan mempermudah
kehidupan sehingga manusia bisa tetap eksis dan
survive. Peran akal yang ada pada manusia menjadi
potensi utama terjadinya perubahan, dengan potensinya
itu manusia melakukan revolusi pemikiran sehingga
pemikiran ini berkembang dan merambah dunia tanpa
batas dan sekat territorial, inilah apa yang disebut
dengan globalisasi. Terjadinya globalisasi bukan tanpa
sarana, karena tanpa sarana penunjang tidak akan
terjadi globalisasi, sarana utama terjadinya
globalisasi ini adalah teknologi informasi.
Globalisasi Teknologi Informasi (GTI), berperan
dominan dalam merubah struktur sosial, politik, budaya
bahkan ideologi dan hankam. Produk teknologi
informasi, seperti TV, VCD/DVD, computer (internet),
HP dan yang sejenis begitu real, aktual dan faktual
untuk dapat melihat dampak dari peran GTI ini dalam
merubah struktur sosial terutama mempengaruhi pola
pikir (ideologi), akhlaq (prilaku) masyarakat dan
budaya.

Produk Teknologi Informasi seperti tersebut di atas,
menjadi suatu barang yang lumrah dimiliki hampir oleh
semua strata sosial dari yang termiskin sekalipun
menikmati produk TI tersebut. Misalnya media visual
(TV) dan media cetak (Koran, Majalah, Tabloid, dan
buku) menjadi produk TI yang paling dominan
mempengaruhi struktur sosial terkait dengan prilaku
dan budaya. Karena begitu banyak macam ragam prilaku
sosial yang disebabkan atau dipengaruhi oleh tontonan
dan bacaan, sebut saja misalnya menjamurnya perbuatan
– perbuatan asusila, pelacuran, lesbian, homoseks,
pelecehan seksual, pemerkosaan; kemudian tindak
kriminal, seperti pembunuhan, perampokan, korupsi,
penipuan, minuman keras dan narkoba. Semua itu menjadi
fakta bagaimana produk TI sangat dominan mempengaruhi
prilaku masyarakat dalam kehidupan sosial. Bahkan
fenomena itu dipertontonkan oleh hampir semua media
visual (TV), seperti Buser(SCTV), Sidik Jari(ANTV),
Sergap (RCTI), Sidik(TPI), Patroli(Indosiar),
Tikam(Lativi), Brutal(Lativi), Derap Hukum(SCTV),
Fakta (ANTV), dll. Tayangan tersebut di atas terkait
dengan aspek moral, tetapi kini sedang trend pula
dengan aspek budaya dan ideology (aqidah), sebut saja
misalnya tayangan-tayangan reality show, seperti
Indonesian Idol-RCTI, KDI-TPI.

Prilaku masyarakat juga sangat dipengaruhi oleh bacaan
(media cetak), di sisi lain kondisi media cetak hampir
sama dengan Media Visual walaupun tidak separah dan
sekhawatir Media Visual. Hampir semua Media cetak
menampilkan gambar-gambar yang berbau pornografi dan
pornoaksi walaupun volume tampilannya tidak sama dari
masing-masing media itu. Fenomena menjamurnya media
cetak ini terutama terjadi pasca tahun 1998,
bermunculanlah berbagai jenis Koran termasuk
tabloid-tabloid cabul, seperti popular, POP, Liberty,
WOW, lampu Merah, dll. Termasuk banjirnya
pemikiran-pemikiran yang merusak yang ditampilkan oleh
Koran-koran dengan alasan kebebasan dan HAM.
4748_1046861463655_1589247206_30104195_6708907_s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: