Remaja : Trend Budaya dan Target Perubahan

Karena begitu besarnya potensi remaja ini, remaja
menjadi sasaran penghancuran supremasi sebuah negara,
untuk menghancurkan sebuah negara ataupun kelompok
agama, maka hancurkanlah remajanya. Termasuk untuk
kepentingan politik, remaja menjadi sasaran yang
sangat potensial dalam peraihan suara, ini gambaran
begitu signifikannya eksistensi remaja.

Kiranya tepat seandainya Islam memberikan peran tersendiri terhadap
eksistensi remaja ini, Rasulullah dalam setiap
harakahnya selalu menjadikan remaja sebagai bagian
dari pengkaderan dan bahkan memberikan peran yang
sangat penting dan vital. Disinilah pentingnya para
orang tua memberikan didikan dan bimbingan terhadap
remaja dan mengarahkan remaja kepada arah yang dapat
mencerahkan perkembangannya dan masa depannya.

Tantangan yang harus disadari oleh para remaja
diantaranya adalah Bahaya kepentingan global, yang
menjadikan remaja sebagai sasaran utama dalam rangka
menghancurkan supremasi sebuah negara, yaitu :
A.Bahaya narkoba dan zat – zat aditif (psikotropika)
B.Serangan budaya, seperti film, gaya hidup dan fashion
C.Serangan pemikiran, menghancurkan pola pikir.
D.Bahaya social, kenakalan remaja, tawuran dan gengster.

Berawal dari sinilah sehingga terjadi splite
personality pada diri remaja bahkan para remaja bangga
dengan segala gaya hidup dari luar dan apriori
terhadap agamanya bahkan bisa jadi melakukan
resistensi terhadap Islam, karena sudah sangat kronis
dihinggapi oleh hal-hal yang tersebut di atas. Semua
itu terjadi sebagai dampak dari tontonan yang
disiarkan oleh stasiun televisi, tontonan yang mengenai gaya hidup dan
kehidupan masyarakat terutama pada pelacur, kaum gay,
kaum gigolo, kaum lesbi dan homoseks.

Program-program TV banyak membidik remaja da menjadikan remaja sebagai
konsumen utama, maka tidaklah heran jika kemudian
remaja kita hancur akibat tontonan yang tidak mendidik
yang ditayangkan oleh pengusaha stasiun TV, karena
orientasinya bukan dalam kerangka membangun bangsa
tetapi lebih karena kepentingan bisnis semata tanpa
memperhatikan nilai-nilai budaya dan moral bangsa.
Contoh program yang membidik remaja yang kadang isinya
tidak mendidik seperti halnya tren reality show,
sehingga menjadi budaya dan dijadikan figure atau
kebanggaan oleh para remaja tetapi miskin keteladanan.

Fenomena mengerikan ini tak terlepas dari budaya kaum
urban akibat dari globalisasi TI, yaitu Media massa,
baik itu cetak ataupun visual.

Para pengusaha stasiun TV berlomba-lomba menciptakan
program agar diminati oleh pemirsa, persaingan ini
benar-benar murni bisnis tanpa memperhatikan etika dan
moralitas, karena yang penting program laku. Terlebih
sekarang sedang trend program-program yang menayangkan
acara-acara tentang yang ghaib berbau syirik, seperti
Dunia Lain, Ekspedisi Alam Ghaib, Pemburu Hantu,
Uka-Uka, Pesugihan, Mereka Ada Dimana-mana, Ingin
Cepat Kaya, dll. Termasuk kini juga sedang trend
film-film berbau keagamaan tetapi ironis isinya penuh
dengan kemusyrikan bahkan berbenturan dengan ajaran
Islam itu sendiri, seperti Insyaf, Titipan Ilahi,
Hidayah, Rahasia Ilahi, Azab Ilahi, Kehendakmu,
Kebesaran Ilahi, dan yang sejenis lainnya.

Solusi
Maka dari itu remaja harus menjadi prioritas
pembinaan, Abdullah Nashih Ulwan memberikan marhalah
dalam rangka tarbiyyah remaja ini, yaitu :
1.Pendidikan keimanan
2.Pendidikan moral
3.Pengembangan fisik
4.Pengembangan akal
5.Stabilisasi kejiwaan
6.Pengenalan social.
Itulah beberapa hal yang harus menjadi perhatian bagi
remaja sehingga tidak tergelincir kepada hal – hal
yang dapat menghancurkan dirinya.

Perlu dipikirkan sistem dakwah yang memiliki spektrum
da’wah yang lebih luas dan konprehensif, bukan
semata-mata da’wah satu arah hanya dari mimbar ke
mimbar atau hanya puas dengan pengajian, tetapi harus
diciptakan da’wah yang dapat menimbulkan penyebaran
lebih luas, misalnya, da’wah sosial, da’wah Kultural
ini dari sisi sistem namun juga perlu dipikirkan pula
SDMnya (Sumber Daya Mubalighnya), harus ada parameter
SDM yang menjadikan seseorang layak dan tidak layak
untuk terjun dalam dunia da’wah, artinya bahwa da’wah
harus diwujudkan secara professional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: